Tumpuan Antariksa Internasional Sempat Bekerja Liar, Penyelidikan Dilakukan

stasiun-antariksa-internasional-sempat-bergerak-liar-penyelidikan-dilakukan-1

DIKETAHUI Stasiun Antariksa Internasional (ISS) bergerak liar tak terkendali pada Kamis kemarin waktu jet pendorong modul penelitian Rusia secara misterius dan tidak disengaja menyala beberapa jam sesudah merapat ke ISS.

Untung kejadian itu hanya berlangsung sebentar serta ISS kemudian dapat dikontrol. Penyelidikan sedang dilakukan buat mengetahui penyebab jet penggerak itu menyala secara misterius.

 

“Tujuh anggota jasmani ISS yang terdiri atas dua kosmonot Rusia, 3 astronot NASA, astronot Jepang dan astronot badan antariksa Eropa dari Prancis, tak pernah dalam bahaya tepat, ” papar pernyataan NASA dan kantor berita Rusia, RIA.

Namun kerusakan tersebut mendorong NASA menunda setidaknya hingga 3 Agustus, rencana peluncuran kapsul CST-100 Starliner baru kreasi Boeing pada uji terbang tanpa awak ke stasiun luar angkasa.

Starliner telah ditetapkan untuk diluncurkan di atas roket Atlas V pada Jumat (30/7/2021) dari Kennedy Space Center di Florida.

Kejadian pada Kamis itu dimulai sekitar 3 jam setelah modul multiguna Nauka menempel di tumpuan luar angkasa.

Jet modul secara misterius restart, menyebabkan seluruh tumpuan keluar dari posisi penerbangan normalnya sekitar 250 mil di atas Bumi, ” ungkap pejabat badan antariksa AS.

“Hilangnya kontrol posisi berlangsung semasa lebih dari 45 menit, sampai tim penerbangan di darat berhasil mengembalikan orientasi stasiun ruang angkasa secara mengaktifkan pendorong pada modul lain dari platform dengan mengorbit, ” papar Joel Montalbano, manajer program tumpuan ruang angkasa NASA.

Dalam liputan pancaran insiden tersebut, RIA mengutip spesialis NASA di Johnson Space Center di Houston, Texas, yang menggambarkan perjuangan untuk mendapatkan kembali lagam stasiun ruang angkasa jadi “tarik tambang” antara dua modul.

“Pada puncak insiden, ISS muncul dari keselarasan dengan kecepatan sekitar setengah derajat per detik, ” ungkap Montalbano beberapa jam kemudian dalam panggilan konferensi NASA secara wartawan.

“Mesin jet Nauka akhirnya dimatikan, stasiun ruang angkasa distabilkan dan orientasinya dikembalikan ke tempat awalnya, ” papar NASA.

“Komunikasi dengan kru terputus perut kali selama gangguan, tetapi tidak ada bahaya tepat bagi kru, ” ungkap Montalbano.

“Pergeseran dalam orientasi normal stasiun luar angkasa pertama kali terdeteksi oleh sensor otomatis di darat, dan warga benar-benar tidak merasakan putaran apa pun, ” ujar dia.

“Apa yang menyebabkan kegagalan kegiatan pendorong pada modul Nauka, yang disampaikan badan antariksa Rusia Roscosmos, belum ditentukan, ” papar pejabat NASA.

Montalbano mengutarakan tidak ada tanda-tanda keburukan pada stasiun luar udara. “Manuver koreksi penerbangan menghabiskan lebih banyak cadangan propelan daripada yang diinginkan, tapi tidak ada yang kami khawatirkan, ” ujar tempat.

(DRM)