Tabrak Hak Cipta Tayangan MOLA, Pengelola TV Kabel dalam Riau dan Kaltim Ditetapkan Tersangka

langgar-hak-cipta-tayangan-mola-pengelola-tv-kabel-di-riau-dan-kaltim-ditetapkan-tersangka-1

JAKARTA – Kementerian Hukum dan HAM (Menkumham) Republik Indonesia belakangan menetapkan status tersangka kepada HE selaku pengelola satu diantara TV Kabel Lokal (Local Cable Operator) terbesar pada wilayah Kota Pekanbaru dan Kota Dumai, Provinsi Riau dengan inisial HMV serta DMJ.

Penetapan tersangka setelah sebelumnya dikerjakan upaya hukum penyitaan dan penggeledahan di kantor operasional yang bersangkutan, aparat penegak hukum dari Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI).

Di tempat terpisah, Penyidik dari Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Dan Khusus (Ditipideksus) Bareskrim Mabes Polri juga menetapkan status Simpulan terhadap Sdr. LB selaku pengelola salah satu TV Kabel Lokal (Local Cable Operator) terbesar di wilayah Kota Balikpapan, Provinsi Kalimantan Timur dengan inisial BKV.

Baca Juga:   Pakar Telematika Nilai Kemenkumham Harus Perkuat Tim Lacak TV Gelap Pembajak Siaran  

Para pengelola TV Kabel Lokal (Local Cable Operator) tersebut di atas diduga telah menyelenggarakan tindak pidana Pelanggaran Benar Cipta atas tayangan MOLA Content & Channels, dengan dilakukan dengan cara menayangkan konten MOLA Content & Channels secara illegal & tanpa seijin/kerjasama dengan bagian Mola TV selaku pemegang Hak Cipta dan/atau Sah Terkait atas tayangan itu pada TV Kabel Lokal (Local Cable Operator) dengan dikelolanya.

Mengucapkan Juga:   KPID Panggil Dua Perusahaan TV Kabel Diduga Langgar Sah Cipta di Riau 

Atas perbuatannya tersebut, para Tersangka kini diancam dengan ancaman pidana maksimal hingga 10 (sepuluh) tahun penjara dan kompensasi hingga Rp. 4. 000. 000. 000 (empat milyar rupiah) sesuai dengan keyakinan Pasal 118 jo. Pasal 25 Undang-Undang No. 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta.

Uba Rialin, selaku Tim kuasa hukum MOLA TV menerangkan, upaya hukum terpaksa diambil karena sebelumnya pihak MOLA TV telah beritikad cara dengan mengumumkan perihal sah atas tayangan MOLA Content & Channels tersebut pada beberapa surat kabar nasional dan melakukan sosialisasi beserta pendekatan persuasif kepada khalayak umum secara intensif ke beberapa kota termasuk Jakarta, Bandung, Surabaya, Semarang, Yogyakarta, Denpasar, Medan, Batam, Makassar dan Balikpapan, hingga menganjurkan peringatan tertulis kepada pihak-pihak yang diduga melakukan pelanggaran, namun upaya-upaya sebagaimana disebutkan diatas tetap tidak diindahkan.

Uba Rialin menjelaskan, “Langkah ini sebagai bukti kalau kita harus berjuang dengan tindakan jelas khususnya terkait kasus pengingkaran Hak Cipta atas acara yang dimiliki secara sah ini. Kami sangat menyayangkan kejadian ini karena ana sudah berusaha bersikap persuasif, dimana sebelum memulai metode hukum atas kasus telaahan pelanggaran tertentu kami tetap melakukan pendekatan secara persuasif dan bahkan kami tetap membuka pintu untuk perbincangan dan kerjasama, namun barang apa daya usaha tersebut tidak diindahkan dan pelanggaran tentu terjadi, sehingga kami tidak memiliki pilihan lain selain melakukan proses hukum tempat dugaan pelanggaran tersebut. ” sambung Uba Rialin.

Terhadap seluruh acara MOLA Content & Channels melekat pula hak-hak ekonomi MOLA TV yang tak dapat dipergunakan tanpa kerjasama, izin ataupun persetujuan tercatat dari MOLA TV. Sehingga segala bentuk penayangan, notifikasi atau kegiatan apapun terpaut tayangan MOLA Content & Channels di wilayah Negara Republik Indonesia melalui jalan apapun juga yang dilakukan tanpa ijin, persetujuan terekam dan/atau kerjasama dari MOLA TV di area komersil atau dengan tujuan komersil adalah pelanggaran hukum yang memiliki konsekuensi hukum beserta dapat dikenakan sanksi pidana dan denda berdasarkan sistem perundang-undangan yang berlaku.

Aparat penegak patokan secara intensif akan tetap melakukan investigasi dan menangani secara hukum termasuk sanksi pidana terhadap para terkira pelaku pelanggaran hak membuat atas tayangan MOLA Content & Channels di Nusantara, termasuk terhadap para pemangku layanan illegal streaming/pembajak konten, penyelenggara kegiatan nonton bareng tanpa izin, pengedar dan/atau penyebar alat yang bisa menayangkan tayangan MOLA Content & Channels, pelaku endorsement di media sosial maupun pengguna/pembeli konten ilegal untuk tayangan MOLA Content & Channels.

(amr)