Semoga Ditebak, Password 123456 Jadi Favorit Pengguna Internet

JAKARTA – Password seharusnya dibuat biar orang lain tidak mengakses akun Anda. Dengan password yang lemas atau mudah ditebak, ini hendak membuat orang lain bisa hadir ke dalam akun Anda.

Dikutip iNews , penelitian dilakukan mahasiswa teknik komputer asal Turki bernama Ata Hakcil. Dia menemukan bahan urutan angka satu sampai enam masih menjadi favorit pengguna di dunia maya.

Bahkan satu dari 142 password dengan digunakan berisi urutan angka 123456. Dalam penelitiannya, mereka mengkombinasi tanda pengguna dan password yang murus di dunia maya setelah adanya pelanggaran data yang dilakukan dalam berbagai perusahaan.

Ini ‘dump data’ yang sudah ada lebih dari setengah dekade dan menumpuk saat perusahaan hangat diretas. Data tersebut mudah didapatkan secara online seperti situs GitHub dan GitLab atau didistribusikan percuma oleh forum hacker dan portal file sharing.

Hakcil mengunduh dan menganalisa lebih dari satu miliar kredensial yang bocor itu. Sekadar bahan, selama bertahun-tahun perusahaan teknologi asing juga telah mengumpulkan data dump ini. Misalnya, Google, Microsoft, & Apple, telah mengumpulkan kredensial dengan bocor untuk membuat sistem keterangan internal yang memperingatkan pengguna masa mereka menggunakan kata sandi “lemah” atau “umum”.

Penemuan utamanya adalah dari satu miliar lebih kredensial data tata hanya 168. 919. 919 yang merupakan password unik. Sedangkan selebihnya dari 7 juta berisi 123456.

Artinya, dalam data yang dianalisa Hakcil, 1 dari 142 password adalah cakap sandi terlemah yang ada, yaitu urutan angka satu hingga enam.

Password tersebut juga kerap digunakan secara online selama lima tahun berturut-turut. Sebagai tambahan, Hakcil juga menemukan rata-rata password panjangnya hanya 9, 48 karakter saja, yang berarti tidak terlalu aman tapi juga tidak terlalu buruk.

Hal ini dikarenakan sejumlah cakap keamanan memrekomendasikan password sepanjang mungkin yang biasanya terdiri dari 16 hingga 24 karakter atau bertambah. Panjang alamat bukan menjadi tunggal masalah yang ditemukan Hakçil.

Peneliti muda Turki itu mengatakan, kompleksitas kata sandi juga merupakan masalah, dengan hanya 12% dari alamat yang menyimpan karakter khusus. Dalam kebanyakan kejadian, pengguna memilih alamat sederhana sesuai hanya menggunakan huruf (29%) atau angka (13%). Ini berarti kira-kira 42% dari semua kata isyarat yang termasuk dalam 1 miliar set data rentan terhadap serangan.

(ahl)

Loading…