Penyelidik Temukan 6 Galaksi Terjebak pada Orbit Sekitar Lubang Hitam

Penyelidik Temukan 6 Galaksi Terjebak pada Orbit Sekitar Lubang Hitam

PENELITI menemukan enam galaksi terjebak di orbit sekitar lubang hitam ( black hole ) supermasif selama awal sejarah alam semesta. Data hasil studi hangat dari Very Large Telescope (VLT) European Southern Observatory di Chile dan observatorium lain memberi para-para astronom gambaran evolusi lubang hitam ketika alam semesta berusia invalid dari 1 miliar tahun. Begitu menurut pernyataan ESO.

Salah satu misteri lubang hitam supermasif adalah bagaimana menjelma sangat besar, beberapa di antaranya mengandung miliaran kali massa matahari. Lubang hitam supermasif biasanya terpendam di galaksi, termasuk Bima Makbul. Studi baru memberi pengertian bahwa lubang hitam tumbuh di wilayah yang mengandung gas berstruktur tumbuh seperti jaring.

Baca juga: Astronom Saksikan Black Hole Hancurkan Bintang dalam Luar Angkasa 

“Penelitian ini terutama didorong keinginan untuk memahami beberapa objek ilmu perbintangan yang paling menantang yakni lubang hitam supermasif di alam seluruh. Ini adalah sistem yang berlebihan, dan sampai saat ini saya belum memiliki penjelasan yang tentu terkait keberadaannya, ” kata Marco Mignoli, penulis studi baru ini sekaligus astronom dari National Institute for Astrophysics di Bologna, Italia, seperti dikutip dari Space , Senin (19/10/2020).

Ia mengatakan, enam galaksi ditemukan di jaring laba-laba gas yang membentang dari lubang hitam hingga 300 kali ukuran Bima Sakti. Lingkungan yang kaya gas itu dapat menjelaskan mengapa lubang hitam tumbuh begitu cepat di dalam waktu singkat setelah Big Jalan.

Baca serupa: Bintang Berukuran seperti Matahari Terkoyak oleh Lubang Hitam 

Struktur jaring laba-laba mungkin telah tumbuh dari kumpulan materi gelap, tetapi hanya dapat dideteksi melalui efek gravitasinya. Galaksi di dalam studi baru sedikit lebih semoga diketahui. Para astronom memerlukan beberapa jam pengamatan dari beberapa teleskop optik besar, termasuk VLT, untuk mempelajarinya.

Para ilmuwan akan dapat mempelajari struktur seperti itu dengan lebih baik menggunakan Teleskop ESO online, karena dirancang untuk melihat ke alam seluruh dan mendeteksi galaksi. Cahaya baru yang diteliti dengan teleskop itu seharusnya terjadi pada pertengahan 2020-an.

(han. -)