Mula-mula di Dunia, Teknologi Plasmacluster Menunjukkan Efektivitas Menurunkan Risiko Penularan Corona Virus Melalui Udara

Mula-mula di Dunia, Teknologi Plasmacluster Menunjukkan Efektivitas Menurunkan Risiko Penularan Corona Virus Melalui Udara

Kasus Positif Covid-19 di Indonesia semakin bertambah. Serta dalam sebuah acara di Jenewa, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah mengeluarkan sejumlah data yang menyatakan tentang bagaimana virus ini merebak melalui airborne atau udara. & jika keadaan lingkungan mendukung kepada perkembangan virus tersebut, misalnya nilai udara yang buruk akibat peredaran udara yang tidak baik, virus ini tentu saja akan semakin memperburuk keadaan lingkungan sekitar.

 

PT Sharp Electronics Indonesia mengeluarkan temuan barunya yakni, teknologi Plasmacluster yang telah lolos tes dalam menurunkan risiko penularan Novel Coronavirus (SARS-CoV-2) melalui udara. ” Ini merupakan kontribusi yang mampu dilakukan oleh Sharp dalam menolong menjaga kesehatan konsumen setianya pada seluruh dunia”, ungkap Shinji Teraoka, Presiden Direktur PT Sharp Electronics Indonesia.

Masih ingatkah Anda, pada bulan Desember 2019 lalu, wabah “penyakit Coronavirus 2019 (COVID-19)” yang disebabkan oleh virus corona baru (SARS-CoV-2) mulai tersebar, dan pada Agustus 2020, lebih dari 25 juta orang sudah terinfeksi SARS-CoV- 2 dan lebih dari 840. 000 orang di dunia meninggal karena penyakit menular ini.

Sharp Corporation bersama dengan Profesor Jiro Yasuda dari Pusat Penelitian Nasional buat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Menular, Institute of Tropical Medicine, Universitas Nagasaki, Professor Asuka Nanbo (anggota Dewan Perkumpulan Virologi Jepang) Universitas Nagasaki, dan Profesor Hironori Yoshiyama dari Departemen Mikrobiologi, Fakultas Kedokteran Universitas Shimane (juga anggota Badan institusi yang dihormati secara internasional dalam penelitian penyakit menular dalam Jepang untuk pertama kalinya pada dunia melakukan penelitian virus corona baru (SARS-CoV-2) melalui perangkat tes virus yang dilengkapi dengan teknologi Plasmacluster dari Sharp.

Di tahun 2004 yang berarakan, Sharp juga telah membuktikan kemampuan dari teknologi Plasmacluster terhadap virus corona yang menyebar melalui kucing, anggota keluarga Coronaviridae. Pada tahun berikutnya, ditahun 2005, kembali Sharp membuktikan keefektifannya terhadap virus sah SARS coronavirus (SARS-CoV), yang menimbulkan wabah (2002-2003) dan secara genetik mirip dengan novel coronavirus (SARS-CoV-2). Dan di tahun 2020 ini Sharp telah memastikan bahwa Ion Plasmacluster yang dimilikinya juga efektif melawan “virus korona baru” (SARS-CoV-2) yang mengambang di udara.

“Kedepannya, Sharp akan langsung berkontribusi kepada kesehatan masyarakat dengan melakukan berbagai penelitian dengan membenarkan berbagai aplikasi teknologi Plasmacluster berjalan menunjukkan keefektifan Ion Plasmacluster bagi kesehatan masyarakat dunia”, ungkap Hiromasa Okajima – SAS Global Plasmacluster Equipment Product Planning Division General Manager.

Kemampuan Sharp untuk membuktikan keefektifan teknologi Plasmacluster ini memang tak perlu diragukan lagi. Pasalnya, Sejak tahun 2000, lembaga penelitian independen yang bekerjasama dengan Sharp telah membuktikan dengan klinis kemampuan Plasmacluster untuk menekan aktivitas zat berbahaya termasuk virus influenza pandemi baru, bakteri yang resistan terhadap obat, dan alergen tungau, serta mengurangi tingkat peradangan bronkial pada anak-anak penderita asma. Pada saat yang sama, keamanan ion Plasmacluster juga telah dikonfirmasi oleh lembaga penelitian terhadap awak manusia.

 

Dr. Jiro Yasuda, Profesor, Pusat Penelitian Nasional buat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Menular, Universitas Nagasaki selaku kepala di dalam penelitian ini menyatakan “Penggunaan awahama seperti alkohol dan deterjen (surfaktan) sangat efektif untuk penanggulangan virus yang melekat (adhesive), namun belum ada penanggulangan efektif untuk menekan risiko infeksi yang dimediasi sebab aerosol (mikrodroplet) selain memakai masker, namun dengan penelitian ini bisa dipastikan jika teknologi Plasmacluster terbukti dapat menonaktifkan virus corona jenis baru yang tersuspensi di hawa, sehingga diharapkan dapat menurunkan resiko terinfeksi virus tidak hanya di rumah, perkantoran, kendaraan, tetapi selalu di ruang fisik seperti pranata medis.

Mengenai cara kerja dari Sharp Plasmacluster ini antara lain,

– Ion Plasmacluster memiliki kesesuaian dengan ion positif dan minus yang ada di alam. Ion-ion ini dikelilingi oleh molekul-molekul tirta dan dilepas ke udara.

– Ion-ion yang berasal sejak hidroksida (OH) bebas akan beroksidasi tinggi ketika mereka bergerak menuju permukaan mikroba di udara, laksana alergen, bakteri, jamur, dan virus. Ion-ion tersebut akan menghilangkan hidrogen dari permukaan protein dan menghancurkannya.

– Hidroksida bebas bakal bergabung dengan hidrogen (H) buat membentuk air (H2O) yang akan kembali ke udara.

Nah, telah terbukti bukan bila Gebrakan Sharp melalui teknologi Plasmacluster telah terbukti efektif dalam menghalangi virus dan mikroba yang dapat mencemarkan udara dan membuat suasana jadi lebih jernih dan segar. Sehingga dari teknologi yang tercipta dari Sharp Plasmacluster ini terbukti ampuh menonaktifkan airborne virus corona.

Sharp akan langsung berkontribusi kepada kesehatan masyarakat dengan melakukan berbagai penelitian dengan membenarkan berbagai aplikasi teknologi plasmacluster guna menunjukkan keefektifan Ion Plasmacluster bagi kesehatan masyarakat dunia. Dan Sharp kini terus mengembangkan cara-cara baru agar Plasmacluster mampu membawa manfaat bagi kehidupan.

CM

(yao)