Memahami Surya Pethak, Fenomena Matahari Memutih Sebabkan Suhu Tebal telinga

mengenal-surya-pethak-fenomena-matahari-memutih-sebabkan-suhu-dingin-1

INSTITUSI Penerbangan serta Antariksa Nasional (LAPAN) menjelaskan mengenai fenomena surya pethak. Dijelaskan peneliti LAPAN Andi Pangerang, surya pethak merupakan kondisi matahari merona putih selama siang hari semenjak terbit hingga terbenam.

Surya pethak sanggup dimaknai sebagai alam surya ruri atau siang keadaan yang temaram seperti suangi hari. Sinar matahari dengan kemerahan ketika terbit dan terbenam akan memutih, sedangkan ketika matahari meninggi tidak begitu terik karena terhenti oleh semacam kabut gegana.

Baca selalu: Tepat 5 Tahun Berantakan Satelit Generasi Ketiga LAPAN Meluncur 

“Matahari dapat beragam putih dan langit berupa biru karena sinar matahari mengalami hamburan Rayleigh dengan menghamburkan spektrum cahaya terang sesuai dengan jarak dengan ditempuh sinar matahari masa melalui atmosfer, ” sekapur Andi, seperti dikutip sebab situs Edukasi Sains LAPAN, Senin (2/8/2021).

Kejadian ini dapat berlangsung selama 7 hingga 40 hari paling lama. Hasil dari surya pethak itu dapat membuat suhu bidang Planet Bumi menjadi lebih dingin, sehingga tumbuhan tidak dapat tumbuh dengan optimal dan manusia akan mudah-mudahan menggigil.

Baca juga: Penjelasan LAPAN soal Seringnya Hujan di Barat Indonesia 

Penyebab munculnya surya pethak karena letusan gunung berapi dan perubahan sirkulasi air laut yang dapat memengaruhi penguapan serta pembentukan awan.

Sangat kecil kemungkinan kelam awan yang menyelimuti permukaan Bumi yang ditimbulkan oleh penurunan aktivitas matahari menyimpang, seperti yang pernah berlaku apda tahun 1645 had 1715.

(han)