Kutu Pengisap Darah Hewan Ternak Terlihat di Amerika

Kutu Pengisap Darah Hewan Ternak Terlihat di Amerika

DUA spesies kutu eksotis ditemukan untuk pertama kalinya di Negara Bagian Rhode Island, Amerika Serikat. Demikian dilaporkan penguasa setempat pada Senin kemarin.

Pihak Departemen Tadbir Lingkungan Rhode Island mengatakan kutu Asia dan Eurasia ini terlihat di Block Island sebagai periode dari studi kutu selama kepala dekade di pulau tersebut.

“Itu dikonfirmasi mencuaikan DNA dan karakteristik morfologi bahwa mereka adalah kutu yang sebelumnya tidak ditemukan di Rhode Island, ” ungkap lembaga tersebut, sesuai dinukil dari Fox News , Kamis (1/10/2020).

Baca juga: Penyelidik Temukan Spesies Baru Laba-Laba secara Organ Reproduksi Berbeda 

Kedua kutu eksotis itu ditemukan oleh Danielle M Tufts, ilmuwan mantan peneliti dari Universitas Columbia. Spesies bernama latin Haemaphysalis Longicornis dan Haemaphysalis Punctata ini juga dikenal sebagai kutu Longhorn Asia.

Kutu-kutu tersebut awalnya dianggap asli, tetapi di dalam pemeriksaan lebih lanjut ditemukan jadi spesies eksotik.

Kutu Longhorn Asia pertama kali terlihat di Amerika Serikat pada 2017 di New Jersey. Tetapi contoh yang diarsipkan kemudian menentukan kutu ini mungkin telah ada dalam sana setidaknya sejak 2010.

“Kutu Asian Longhorned dianggap sebagai ancaman serius bagi peliharaan di Australia dan Selandia Segar, di mana ia bersifat invasif, ” jelas lembaga tersebut.

“Ini menimbulkan risiko untuk ternak New England karena bisa menempel pada berbagai hewan berdarah panas untuk diberi makan. Bila terlalu banyak kutu menempel di dalam satu hewan, kehilangan darah mampu membunuh hewan tersebut. “

Baca juga: Unik, Anak Anjing Laut Ini Terperangkap Kamera “Tertawa Lepas” di Pantai 

Pada 2018, sebuah penelitian memperingatkan bahwa kutu dapat menyebar ke sebagian tinggi wilayah Amerika Serikat bagian timur dan sebagian Midwest, serta beberapa kecil Pasifik Barat Laut.

Haemaphysalis Punctata, yang selalu dikenal sebagai “kutu domba merah”, berasal dari paruh selatan Eropa serta Inggris dan sebagian miring Afrika Utara.

“Penemuan di Block Island penting sebab kutu ini tidak diketahui keberadaannya di luar wilayah asalnya, ” papar pejabat setempat.