Jalan Amankan Akun Twitter Anda dibanding Serangan Hacker

Jalan Amankan Akun Twitter Anda dibanding Serangan Hacker

JAKARTA – Twitter sedang menjadi tumpuan para hacker terutama akun profil perusahaan dan tokoh-tokoh terkenal dengan men-tweet pesan penipuan yang menjanjikan menggandakan pembayaran bitcoin, mengutip Cnet .

Meski kejadian peretasan akun sering dialami para selebriti, tidak berarti Anda akan terlepas dibanding para hacker. Bagi Anda pengguna Twitter, berikut yang dapat dikerjakan untuk mengamankan akun Anda sejak para hacker.

Otentifikasi Dua Faktor

Mungkin Anda akan berputar kata sandi yang kuat mau terbebas dari peretasan, nyatanya tersebut tidak akan berguna jika sandi Anda berhasil dicuri. Itulah mengapa hal pertama yang harus Anda lakukan untuk mengamankan akun Twitter Anda adalah mengaktifkan otentikasi dua faktor.

Bentuk otentikasi dua faktor terkuat adalah kunci perangkat keras, dengan dijual oleh Yubikey, Google, dan lainnya. Ketika Anda telah jadi memasukan kata sandi maka Twitter akan meminta untuk memasukkan kunci keamanan Anda ke port USB kemudian Anda dapat mengakses akun.

Logat Sandi Unik dan Kuat

Mungkin ini hendak sulit dilakukan jika Anda memilki puluhan akun. Jadi Anda dapat mempertimbangkannya ketika mengelola kata sandi.

Kata sandi dengan unik membuat Anda lebih ribut, karena mungkin Anda akan kesulitan ketika harus mengulang-ulang. Akan tetapi, mungkin ini akan lebih molek dari pada akun Anda terkena serangan hacker.

Baca juga:   5 Macam Ular Paling Berbisa di Dunia, Ular Laut hingga Black Mamba

Hindari Phishing

Hacker seringkali melakukan pendekatan dengan cara mengirim pesan yang mengaku-ngaku dari servis itu sendiri seperti dari Google, Twitter, Facebook atau Microsoft. Biasanya mereka akan mengatakan bahwa ada sesuatu yang mencurigakan pada akun Anda sehingga Anda harus memasukan kembali kata sandi Anda untuk memperbaikinya.

Sebaiknya jangan masukkan kata sandi Kamu, karena perusahaan teknologi, bank, & layanan online lainnya tidak bakal meminta kata sandi Anda melalui email, teks, atau panggilan telepon. Metode ini sering berhasil karena mampu membuat pengguna khawatir kalau ada hal yang mencurigakan dan mereka mungkin tidak dapat berpendapat jernih.

(ahl)

Loading…