Itu Alasan Mengapa Manusia Bisa Membenarkan Teori Konspirasi

Itu Alasan Mengapa Manusia Bisa Membenarkan Teori Konspirasi

JAKARTA – Salah satu hal dengan diminati cukup banyak orang ialah sebuah teori konspirasi. Teori sesuai ini bukanlah fakta dan suram untuk membuktikan kebenarannya. Namun, tidak sedikit yang menginvestasikan diri untuk mempercayai hal semacam ini.

Apa itu teori konspirasi?

Pada dasarnya, mengutip Britannica, teori konspirasi adalah “upaya untuk menjelaskan peristiwa membatalkan atau tragis sebagai akibat sebab tindakan sekelompok kecil orang yang berkuasa. ” Ini semacam kesibukan eksplanasi dari suatu kejadian, dalam mana manusia membuat pemahaman yang ia anggap paling memungkinkan ataupun menguntungkan.

Adapun teori konspirasi umumnya sarat secara emosi dan dugaan. Sementara tersebut, Sejarawan Amerika Richard Hofstadter dalm The Paranoid Style in American Politics (1965) menjelaskan bahwa hal ini berasal dari konflik baik yang menimbulkan paranoid.

Jadi,, pada biasanya teori konspirasi meningkat pada kala di mana kecemasan, ketidakpastian, serta kesulitan meluas di kalangan masyarakat. Seperti saat perang, bencana tinggi, atau pandemi, salah satunya pandemi Covid-19.

Berbahasa mengenai pandemi, tidak sedikit prinsip konspirasi beredar selama beberapa bulan terakhir. Salah satu yang masyhur adalah teori yang mempercayai Covid-19 merupakan senjata biologis buatan China dan Amerika Serikat. Adapula yang percaya penyebaran antena radio 5G dianggap berhubungan dengan penyebaran Covid-19.

Ini agak-agak terdengar konyol, tapi pada kenyataannya tidak sedikit orang percaya. Sebagaimana NPR melaporkan, setidaknya di negara maju seperti Amerika Serikat, meniti survei yang dilakukan Pew Research Center, diketahui sepertiga dari 71% responden – orang dewasa – yang pernah mendengar teori persekutuan mengatakan itu “pasti” atau “mungkin” benar.

Mengaji juga: Sejarah Singkat Mengenai Perkembangan Komputer

Loading…