Hadapi New Normal, Pemerintah Kembangkan Sifat Aplikasi PeduliLindungi

Hadapi New Normal, Pemerintah Kembangkan Sifat Aplikasi PeduliLindungi

JAKARTA – Kementerian Komunikasi dan Informatika, Kementerian BUMN dan Telkom Indonesia menambahkan beberapa fitur untuk meremehkan pengguna Aplikasi PeduliLindungi dalam menghadapi new normal atau kenormalan mutakhir.

Menteri Koneksi dan Informatika Johnny G. Plate menyatakan pengguna Aplikasi PeduliLindungi tenggat saat ini sudah mencapai dekat 4 juta pengguna.

“Hingga sore hari ini, masyarakat yang melakukan atau intalasi penggunaan ini Google Play Store serta App Store sebanyak 3. 944. 793 pengguna smartphone yang tersedia di Indonesia. Kami harapkan masyarakat lebih aktif untuk melakukan instalasi aplikasi karena sangat penting buat mengetahui dan mencegah persebaran pandemi Covid-19, ” ungkapnya dalam Konvensi Pers Daring tentang QR Code e-Sertifikat Bebas Covid-19 pada Penerapan PeduliLindungi dari Ruang Serbanguna Kementerian Kominfo, Jakarta, Jumat (12/06/2020).

Menteri Kominfo menyatakan Pemerintah juga akan meningkatkan Aplikasi PeduliLindungi agar bisa digunakan sebab perangkat telepon non-smartphone.

“Kami juga bersama-sama dengan Telkom yang akan meningkatkan agar aplikasi ini nanti mampu digunakan juga oleh pengguna perangkat telepon yang non-smartphone melalui teknologi SMS, ” jelasnya.

Menteri Johnny merinci fitur yang sudah ada dalam Penggunaan PeduliLindungi antara lain:

1. Contact Tracing maka 14 hari ke belakang menggunakan teknologi bluetooth;

2. Tracking closed-contact user menggunakan teknologi GPS atau global positioning system;

3. Fencing untuk mendukung isolasi mandiri user menggunakan teknologi GPS;

4. Untuk WNI dan WNA dengan memasuki wilayah yuridiksi nasional kita di batas negara di 7 pintu imigrasi. dan dengan secara langsung ditetapkan sebagai ODP;

5. Notifikasi Zona Terdampak dan informasi lokasi sekitar dalam hal ini kelurahan, rumah sakit maupun apotek terdekat;

6. Histori perjalanan atau letak user menggunakan GPS;

7. Teledokter, atau periksa kesehatan tubuh mandiri dengan Prixa dan BPPT, konsultasi dokter online dengan Halodoc dan Prosehat.

Menurut Menteri Kominfo, pemerintah pula membuat dashboard monitoring yang digunakan untuk tracing, tracking, dan fencing.

“Dalam hal ini Dashboard Tracing dan Tracking untuk melihat user yang pernah closed-contact dengan pasien positif. Dashboard Fencing untuk melihat pergerakan karakter dalam karantina mandiri. Untuk memontoring tersedia di Kementerian Kesehatan yang dapat digunakan khususnya untuk memperhatikan pasien dan orang yang melangsungkan karantina mandiri, ” paparnya.

Menteri Johnny menjelaskan apabila melewati batas wilayah karantina sampai dengan 500 meter, user atau pengguna yang bersangkutan langsung terlhat dalam dashboard.

“Kemudian, para pejabat, dokter-dokter atau operator-operator yang ada pada dasbord Kementerian Kesehatan bisa langsung mengingatkan kepada pasien untuk cepat kembali ke wilayah karantina atau isolasi mandirinya, serta dapat melakukan juga melalui pendekatan-pendekatan offline setelahnya, ” paparnya.

(ahl)