enam Fenomena Antariksa Sepekan ke Depan, Ada Hujan Meteor Lyrid

6-fenomena-antariksa-sepekan-ke-depan-ada-hujan-meteor-lyrid-1

JAKARTA kepala Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) merilis kalender astronomi mulai 16-22 April 2021. Sepanjang satu minggu ini, akan ada beragam peristiwa langit yang terjadi.

Apa sekadar? Mengutip unggahan di Instagram resminya @lapan_ri, berikut tersebut kalender ilmu perbintangan sepekan ke depan.

Baca Juga: Waspada Susunan Siklon Tropis Mengintai Selama April 2021

Baca Juga:     Apa Itu Hujan Meteor? Alquran Sudah Menjelaskan dalam Surah As-Shaffat

1. Okultasi Mars oleh Bulan

Okultasi Mars oleh Bulan adalah petunjuk astronomis ketika MArs melintas di belakang Bulan, jadi tampak tertutupi oleh Kamar.

Hal itu dapat terjadi karena tenggang Mars ke Bumi lebih jauh dibandingkan dengan renggang Bulan ke Bumi.

Secara global, Okultasi Mars oleh Ulan terjadi pada 17 April berangkat pukul 16. 25 WIB hingga 21. 35 WIB.

dua. Konjungsi Superior Merkurius

Merkurius menemui konjungsi superior pada 19 April pukul 08. 56 WIB. Konjungsi superior adalah konfigurasi yang berlaku istimewa pada Merkurius dan Venus, yakni ketika Merkurius mengendapkan Matahari.

Konjungsi superior ini menandai pancaroba kenampakan Merkurius yang awal ketika fajar menjadi senja.

3. Konjungsi Bulan-Pollux

Puncak konjungsi Bulan-Pollux terjadi pada 20 April 2021 pukul 01. 18 WIB. Akan tetapi, tanda ini sudah dapat disaksikan sejak 19 April kala fajar dari arah Utara-Barat Laut hingga sebelum tengah malam dari arah Barat-Barat Laut.

4. Fase Bulan Perbani Pokok

Puncak fase perbani asal terjadi pada 20 April pukul 13. 58 WIB. Sehingga, Bulan perbani introduksi ini baru dapat disaksikan ketika terbit 30 menit setelah tengah hari sejak arah timur-timur laut, berkulminasi di arah utara kala senja abhari dan kemudian terbenam di arah barat-barat laut 30 menit sesudah tengah malam.

5. Konjungsi Merkurius-Venus

Bintang akan mengalami konjungsi dengan Venus selama sepuluh keadaan berturut-turut sejak 21 April dan berakhir pada 30 April.

Sudut pisah Merkurius-Venus awalnya sebesar 4, 02 derajat kemudian mengecil hingga mencapai 1, 18 derajat ketika pucuk konjungsi (25 April senja hari) dan keesokan harinya.

enam. Hujan Meteor Lyrid

Hujan meteor ini berasal dari sia debu komet C/1861G1 Thatcher. Hujan meteor ini aktif sejak 16 April had 25 April dengan teratas hujan meteor terjadi di dalam 22 April 19. 99 WIB sehingga dapat disaksikan sejak terbit di pedoman Barat Laut sekitar jam 22. 15 waktu setempat hingga fajar berakhir keesokan harinya.

(amr)