Diragukan Sejumlah Pihak, Warga Norwegia Temukan Cara Kendalikan Badai Laut

Diragukan Sejumlah Pihak, Warga Norwegia Temukan Cara Kendalikan Badai Laut

SEORANG warga negara Norwegia bernama Olav Hollingsaeter mencoba strategi baru yang disebut Bubble Curtain (Tirai Gelembung) untuk mengendalikan badai laut. Banyak pakar badai yang masih ragu terhadap teori ini, namun tak mematahkan semangat Hollingsaeter untuk membuktikannya.

Sebelumnya telah ada beberapa ide untuk menahan badai laut. Mulai dari aliran laut, gas sulfat, hingga peledak nuklir. Ini menjadi cara meredam badai yang dilakukan selama bertahun-tahun.

Baca juga: Terekam Aksi Heroik Monyet Capuchin Selamatkan Temannya dari Ular Boa 

Sementara ide Bidai Gelembung tersebut didasarkan pada saluran berlubang yang akan menggunakan suasana bertekanan untuk mendorong air laut dingin ke permukaan memotong air hangat yang dibutuhkan badai tropis.

Hollingsaeter mengumpulkan sedekah USD4 juta atau sekira Rp59 juta untuk proyek percontohan dua tahun di Teluk Meksiko. Serupa itu laporan South Florida Sun-Sentinel, sama dengan dikutip dari Fox News , Selasa (13/10/2020).

Mantan perwira Angkatan Bahar Norwegia ini ingin memasarkan teori tersebut melalui perusahaannya OceanTherm. Gagasan Hollingsaeter menempatkan pipa di bahar saat badai mulai menguat.

Dia mengatakan untuk menurunkan suhu air permukaan hingga di bawah 80 derajat, Tirai Gelembung ditempatkan 400 kaki di lembah permukaan air.

Baca juga: Oppo Reno 4F Dirilis Jadi Penantang Poco X3 

“Sistem awak mungkin bisa menelan biaya tenggat 200 juta dolar untuk seluruhnya musim badai, ” kata Olav.

Para ahli mempunyai dua alasan besar untuk tidak menyetujui ide Olav. Beberapa orang menunjukkan bahwa badai sudah mendatangkan air dingin saat mereka muncul. Sedangkan yang lainnya berpendapat teknologi tersebut lebih baik digunakan untuk membantu membawa oksigen kembali ke “zona mati” di lautan dengan tidak dapat lagi mendukung kehidupan karena berbagai polusi seperti tuangan minyak.

(han)