Benarkah Radiasi Sinyal Wi-Fi Membuat Kanker? Ini Penjelasan Kominfo

benarkah-radiasi-sinyal-wi-fi-memicu-kanker-ini-penjelasan-kominfo-1

JAKARTA  – Baru-baru tersebut ada informasi yang menyebutkan bahwa radiasi sinyal wi-fi bisa memicu kanker. Bersirkulasi pesan berantai di WhatsApp, yang menceritakan seorang bani bernisial ZRK terserang kanker darah akibat radiasi perangkat, termasuk wi-fi.

Merespon hal tersebut, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), menguatkan bahwa informasi tersebut tak benar.

Mengaji Juga:   Mirip Radio, Begini Jalan Kerja Koneksi Wi-Fi di Perangkat Elektronik!

Kominfo menjelaskan, hp memang bekerja dengan pola radiasi atau lebih tepatnya gelombang radio. Namun, belum ada penelitian yang menguatkan radio ponsel dapat membuahkan kanker.

“Nyatanya, belum ada bukti sahih yang mengatakan hal tersebut, ” jelas Kominfo, dikutip dari akun Twitter resminya, Rabu (14/4/2021).

Baca Juga:   Menggunakan Wifi Gratis dalam Area Publik, Pelajari Trik Ini Agar Aman!

Tahun 2014, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan tidak ada efek kesehatan yang dirugikan kelanjutan penggunaan ponsel. Namun zaman WHO bekerja sama secara Agensi Internasional untuk Penelitian Kanker (IARC), mereka mengklarisikasi bahwa semua radiasi frekuensi radio (termasuk sinyal seluler) mempunyai kemungkinan karsinogenik [zat yang memicu kanker].

Departemen Kesehatan Amerika Serikat merilis sebuah laporan toksikologi [pemahaman mengenai pengaruh bahan kimia yang merugikan makhluk hidup] pada 2018 lalu tentang penemuannya akan tikus dengan kanker di jantungnya akibat terpapar radiasi frekuensi tingkat tinggi.

Mendengar pernyataan itu, seorang ilmuwan senior tampak kurang setuju. Ia mengucapkan bahwa paparan yang dimanfaatkan dalam studi tidak bisa dibandingkan secara langsung dengan paparan yang dialami pribadi, dikarenakan mereka berbeda.

“Gelombang radio dengan digunakan untuk jaringan hp adalah non-ionisasi yang bisa menyebabkan kerusakan sel. Orang-orang sangat khawatir apakah tersebut bisa meningkatkan risiko kanker, namun perlu diperhatikan bahwa belum ada bukti yang dapat dipercaya bahwa ponsel atau jaringan nirkabel sudah menyebabkan masalah bagi kita, ” kata David Robert Grimes, fisikawan dan penyelidik kanker.

Terpaut hal ini, WHO menyikapi bahwa dalam pemasangan jaringan seluler ini sudah memperoleh standar dari Badan Perlindugan Radiasi Non-Ionisasi (ICNIRP).

“Rentang frekuensi 5G telah dipertimbangkan secara mendalam oleh ICNIRP dengan golongan frekuensi jauh dibatas kaki, sehingga tidak memiliki dampak yang berpengaruh pada kesehatan, ” ujar WHO dilansir dari BBC News.

(amr)