4 Alasan Anda Harus Berhenti Kultur Memangku Laptop

4 Alasan Anda Harus Berhenti Kultur Memangku Laptop

JAKARTA – Laptop memiliki keunggulan yang tidak dimiliki oleh PC desktop. Bentuk laptop yang ringkas mampu dibawa bepergian dan mudah dimasukan ke dalam tas.

Dengan laptop, Anda mampu bekerja di mana pun Anda inginkan. Bila tidak menemukan meja untuk meletakan laptop, mungkin Anda terbiasa memangku laptop.

Ternyata, kebiasaan memangku laptop tak baik untuk pengguna. Berikut ini alasan mengapa Anda harus membiarkan kebiasaan memangku laptop, dikutip dibanding berbagai sumber.

Kulit Terbakar

Kebiasaan memangku laptop di jangka waktu yang lama mampu menimbulkan efek kulit terbakar atau yang dinamakan toasted skin syndrome.

Toasted skin syndrome bisa terjadi akibat paparan panas yang terlalu tinggi. Iklim tersebut bisa disebabkan karena seseorang berada terlalu lama di pendahuluan perapian.

Laptop juga dapat mengeluarkan panas jadi terpaan kepada kulit bisa mendirikan syndrome tersebut.

Pengaruhi Sperma

Artikel pada jurnal Human Reproduction di 2005, meneliti hubungan panas laptop dengan jumlah sperma yang berkurang pada pria. Ditemukan bahwa panas yang dihasilkan laptop bisa menghangatkan sperma laki-laki, jadi berpotensi mematikan sperma tersebut.

Kondisi yang disebut hipertermia skrotum ini bisa menjadi masalah besar. Dengan demikian, mendatangkan cara Anda ketika meletakan laptop saat bekerja. Memangku laptop bisa mempengaruhi kesuburan Anda.

Nyeri Punggung & Leher

Menggunakan laptop dengan cara meletakannya dipangkuan paha tidak disarankan karena bisa menyebabkan masalah punggung, pundak serta leher. Hal ini dikarenakan kondisi tubuh yang buruk ketika menggunakan laptop.

Potensi Kanker

Tidak hanya bahaya toasted skin syndrome, paparan panas yang dikeluarkan laptop berisiko menimbulkan kanker jangat.

Kondisi indra peraba terbakar akibat panas laptop itu disebut-sebut bisa memunculkan risiko kanker kulit yang lebih ganas. Risiko kanker juga dapat muncul sebab area elektromagnetik pada laptop.

(ahl)

Loading…