3 Tips Menjaga Kesehatan Serampangan Meski Terpapar Layar Perabot Terus

3-tips-menjaga-kesehatan-mata-meski-terpapar-layar-gawai-terus-1

SELAMA pandemi Covid-19, semua pekerjaan terpaksa dilakukan secara online. Akibatnya banyak orang terpapar layar gawai secara terus-menerus.

“Ya, tentu lebih banyak orang berdiam pada tablet, televisi, & laptop mereka jauh lebih lama daripada sebelumnya. Jika tidak ditangani, kondisi itu akan berdampak buruk di dalam kesejahteraan emosional dan wujud, serta kondisi mata Kamu, ” kata Dr Anup Rajadhyaksha, dokter mata dan Konsultan medis dari Entod International.

  menatap layar gawai

Semasa peraturan untuk bekerja di rumah saja (WFH) tetap berlaku, paparan layar menyusun karena banyak orang melenyapkan waktu untuk menonton jadwal baik secara streaming maupun di televisi, main gim dan bekerja dari rumah.

Kendati begitu penggunaan perangkat elektronik di dalam jangka panjang dapat menerbitkan berbagai masalah mata, termasuk mata kering, gatal, serta kemerahan, serta mata sela, berair, dan sakit besar. Belum lagi posisi lumpuh yang kerap dilakukan era bekerja di depan adang-adang komputer atau laptop, dapat membuat punggung menjadi kecil.

Berikut adalah beberapa tindakan pencegahan yang dapat Anda lakukan buat menjaga kesehatan mata serupa dilansir dari Antara.

1. Jaga pola makan sehat

Sejumlah dokter mata berpendapat bahwa penggunaan makanan sehat menjadi satu diantara cara jitu untuk memelihara kesehatan mata. Konsumsi suplemen untuk mata juga kadang-kadang diperlukan sebagai penunjang kesehatan mata, apalagi dalam status seperti ini, di mana mata terus menerus terpapar sinar dari gawai.

“Ini hampir persis dengan setiap makanan dengan baik dan bergizi lainnya. Mulailah dengan bayam ataupun kangkung dengan sayuran berwarna-warni di atasnya. Nutrisi lutein dan zeaxanthin yang ditemukan dalam sayuran berdaun hijau telah terbukti membantu menekan timbulnya penyakit mata, ” kata Rajadyaksha kepada laman Indian Express.

Menurut National Institutes of Medicine, vitamin A, dengan dapat terkandung dalam sayuran berwarna kuning dan oranye, termasuk wortel dan ubi jalar, dapat meningkatkan kesehatan tubuh mata. Buah-buahan seperti banana, anggur, dan mangga dengan kaya akan vitamin C dan antioksidan lainnya, selalu bermanfaat untuk mencegah aib mata.

2. Istirahat cukup

Beristirahatlah dengan teratur dari pekerjaan dengan memaksa Anda menatap lekat layar gawai.

“Cobalah untuk menutup ceroboh selama beberapa detik, pada setiap 15 hingga 20 menit sekali. Cara ini benar ampuh untuk membuat Kamu beristirahat dari menatap layar gawai terlalu lama, ” ujar Rajadyaksha.

Setiap dua jam cobalah untuk memijat otot-otot pada sekitar mata atau cuci wajah Anda menggunakan minuman dingin. Hindari menggosok serampangan dengan tangan dan seringlah berkedip jika mata biasa.

Jika Anda akan menggunakan layar perabot, maka manfaatkan sebaik-baiknya dengan mempraktikkan rutinitas latihan gres atau menguasai keterampilan gres. Anda dapat membatasi masa “screen time” dengan cara ini, dan nantinya Anda akan lebih berkonsentrasi di dalam hal-hal lain.

3. Gunakan perspektif untuk menghalangi cahaya biru

Terang biru yang dipancarkan sebab layar berbahaya bagi sembrono kita, terutama jika kita terlalu lama atau teralu sering menatap layar perangkat. Kacamata komputer, juga lumrah sebagai kacamata pemblokiran terang biru, kini banyak dijual dan menjadi hal ijmal sebagai sarana untuk mengurangi efek tekanan digital dalam mata.

“Cahaya High-energy visible light (HEV), yang dilepaskan oleh dekat setiap layar optik, dihalangi oleh kacamata khusus tersebut. Lensa kacamata pemblokiran terang biru sering diwarnai dengan warna kuning muda, dengan menetralkan cahaya biru serta mengurangi efek tegang di mata yang menyebabkan sembrono menjadi sakit dan hancur, ” jelas Rajadyaksha.

Lensa pemblokir terang biru kerap kali secara otomatis terpasang saat Anda menggunakan gawai pada malam hari sebelum tidur atau di tempat dengan kurang cahaya.

“Selain itu, bekerja di bawah lampu neon atau di ruang gelap bukanlah prakarsa yang baik. Saat mengoperasikan gawai dan membaca dalam cahaya redup dapat menerbitkan ketegangan mata, ” tambah Rajadhyaksha.

(DRM)