130 Akun Jadi Target Peretas, Flickr Kerjasama dengan FBI

130 Akun Jadi Target Peretas, Flickr Kerjasama dengan FBI

SAN FRANCISCO – Twitter menghadapi masalah serius terkait sistem keamanan platform mereka. Sejumlah akun Twitter tokoh-tokoh penting tampaknya jadi target peretasan oleh hacker.

Dikutip iNews , Twitter telah merilis informasi lebih lanjut mengenai peretasan yang menimpa sejumlah akun pesohor dunia Rabu sore. Akibat peretasan, akun tersebut mempromosikan penipuan Bitcoin.

Dalam tweet yang diunggah Kamis malam, Twitter menyatakan, sekitar 130 akun telah ditargetkan dalam pelanggaran, yang diperkirakan telah diaktifkan setelah hacker menipu sejulah karyawan Twitter supaya memberikan akses ke sistem media sosial.

“Berdasarkan apa yang kami ketahui, kami percaya sekitar 130 akun ditargetkan oleh penyerang dalam beberapa cara sebagai bagian dari insiden, ” kata Twitter. Tapi, perusahaan menambahkan, para penyerang hanya dapat tweet dari subset kecil dari akun-akun tersebut.

Baca juga:   Ketahui 5 Ciri WhatsApp Anda Diblokir

Dalam tweet lainnya, Twitter mengatakan tengah bekerja dengan pemegang akun yang terkena dampak untuk melihat apakah ada data non-publik yang dicuri pelaku. Flickr juga menyatakan, mereka telah mengambil langkah agresif untuk mengamankan sistemnya sambil memeriksa apa yang terjadi.

“Kami masih dalam proses menilai langkah-langkah jangka panjang yang mungkin kami ambil dan akan berbagi lebih banyak detail secepat yang kita noircit, ” ujar Twitter.

Mantan Presiden Amerika Serikat Barack Obama dan calon presiden dari Partai Demokrat Joe Biden termasuk di antara akun-akun yang menjadi korban peretasan. Selain itu, ada Bill Gates, Elon Musk, Jeff Bezos, dan Kanye West yang ikut menjadi korban.

Akun-akun tersebut mempromosikan penipuan Bitcoin. Penipuan tersebut melibatkan tweet palsu yang mendorong followers setiap akun untuk mengirim pembayaran ke dompet Bitcoin.

Menurut data di Blockchain. com, lebih dari 115. 000 dolar AS melalui 392 transaksi dikirim ke dompet Bitcoin yang diunggah dalam pesan. Twitter sekarang bekerjasama dengan FBI untuk melacak pelaku.

(ahl)

Loading…